
Date
2026-10-31
Duration
22 nights
Departure Port
Tokyo
Jepang
Arrival Port
Laem Chabang
Thailand
Rating
—
Theme
—








Regent Seven Seas Cruises
2016
2019
55,254 GT
746
373
548
224 m
31 m
19 knots
No

Pelabuhan Tokyo adalah gerbang yang hidup untuk pengalaman budaya dan kuliner, secara unik memadukan warisan Jepang tradisional dengan inovasi modern. Pengalaman yang wajib dilakukan termasuk menikmati sushi segar di Pasar Tsukiji dan menjelajahi keindahan alam Taman Nasional Fuji Hakone Izu. Musim terbaik untuk mengunjungi adalah musim semi, ketika bunga sakura mekar, mengubah kota menjadi lanskap yang indah.

Nagoya, kekuatan industri Jepang di Teluk Ise, menyimpan kota kastil samurai dengan salah satu identitas kuliner paling khas di negara ini—Nagoya meshi. Miso katsu, hitsumabushi belut tiga cara, dan sayap ayam tebasaki yang renyah mendefinisikan budaya makanan yang dengan bangga mengikuti irama sendiri. Princess Cruises dan Regent Seven Seas Cruises membawa para pelancong ke kota di mana warisan Tokugawa, Kuil Atsuta yang sakral, dan inovasi industri Toyota menciptakan pengalaman perkotaan Jepang yang menyegarkan dan bebas dari kerumunan turis.

Osaka adalah ibu kota kuliner Jepang yang meriah, sebuah metropolis yang dipenuhi neon di mana budaya pedagang periode Edo terus hidup dalam pasar makanan jalanan yang semarak dan restoran kaiseki berbintang Michelin. Tidak ada kunjungan yang lengkap tanpa mencicipi *takoyaki* dan *kushikatsu* di sepanjang Kanal Dōtonbori, atau menjelajahi utara untuk menyaksikan bunga sakura legendaris Hirosaki. Jendela ideal adalah akhir Maret hingga Mei untuk mekarnya bunga musim semi dan cuaca yang sejuk, atau Oktober hingga November ketika dedaunan musim gugur mengubah wilayah Kansai sekitarnya menjadi permadani amber dan emas.

Naha, ibu kota subtropis Okinawa dan bekas pusat Kerajaan Ryūkyū yang independen, menawarkan perpaduan menarik antara warisan kerajaan, tradisi pengrajin, dan salah satu masakan paling sehat di dunia — dari daging babi *rafute* yang lembut hingga pop laut dari anggur laut *umibudo*. Pengunjung tidak boleh melewatkan kemegahan merah tua Kastil Shuri dan pengalaman sensorik Pasar Umum Makishi. Iklim subtropis yang sejuk membuat Naha menarik sepanjang tahun, meskipun Maret hingga Mei memberikan langit yang paling cerah dan suhu yang nyaman untuk eksplorasi di darat.

Ishigaki adalah gerbang subtropis Jepang ke Kepulauan Yaeyama, di mana koloni karang biru terbesar di dunia, perairan zamrud Teluk Kabira, dan tradisi budaya Ryukyuan menciptakan pengalaman yang lebih dekat dengan Taiwan daripada Tokyo. Kunjungi dari bulan Maret hingga Oktober melalui Holland America Line atau Oceania Cruises untuk snorkeling terumbu kelas dunia, musik sanshin tradisional, dan Jepang tropis yang menantang setiap asumsi tentang Tanah Matahari Terbit.

Keelung, sebuah kota pelabuhan bersejarah di utara Taiwan, dikenal karena suasananya yang hidup dan kekayaan kulinernya, termasuk Omelet Tiram yang terkenal dan Nasi Daging Babi yang Dimasak. Pengalaman yang harus dilakukan adalah menjelajahi Pasar Malam Keelung yang ramai dan mengunjungi atraksi terdekat seperti Danau Sun Moon dan Ngarai Taroko. Musim terbaik untuk berkunjung adalah saat musim gugur, ketika cuaca sejuk dan menyenangkan untuk eksplorasi luar ruangan.

Kaohsiung adalah kota pelabuhan selatan yang dinamis di Taiwan, yang telah bertransformasi dari pelabuhan industri menjadi pusat budaya dengan Pusat Seni Pier-2, tempat pertunjukan seni terbesar di dunia di Weiwuying, dan arsitektur Buddha yang spektakuler di Fo Guang Shan. Hal-hal yang harus dilakukan termasuk makanan jalanan di Pasar Malam Liuhe, instalasi kaca Dome of Light, dan Pagoda Naga dan Harimau di Lotus Pond. Dari Oktober hingga Maret menawarkan cuaca subtropis yang paling nyaman.

Pelabuhan Hong Kong adalah gerbang yang hidup menuju perpaduan unik antara budaya Timur dan Barat, ditandai dengan cakrawala yang menakjubkan dan suasana yang ramai. Pengalaman yang harus dilakukan termasuk menikmati dim sum lokal dan menjelajahi pasar yang hidup. Musim terbaik untuk mengunjungi adalah selama bulan-bulan musim gugur, ketika cuaca sejuk dan ideal untuk petualangan luar ruangan.

Teluk Ha Long adalah lanskap Warisan Dunia UNESCO yang terdiri dari hampir dua ribu pulau karst batu kapur yang menjulang dari perairan zamrud di Teluk Tonkin, Vietnam. Aktivitas yang wajib dilakukan termasuk berlayar semalaman dengan kapal junk melalui formasi karst, kayak ke laguna tersembunyi, dan menjelajahi Gua Sung Sot yang berukuran katedral. Oktober hingga April menawarkan cuaca terbaik, dengan kabut musim semi menambah kualitas etereal pada pemandangan yang sudah luar biasa.

Cam Ranh, Vietnam, adalah kota pelabuhan yang khas di mana warisan budaya yang dalam bertemu dengan suasana lokal yang otentik, ditampilkan dalam rute perjalanan oleh Princess Cruises. Pengalaman yang harus dilakukan termasuk menjelajahi pasar lokal yang ramai untuk spesialisasi regional dan makanan laut segar, serta menemukan kawasan tepi laut di mana warisan maritim bertemu dengan energi kontemporer. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah dari November hingga April, ketika musim kering membawa langit cerah dan laut tenang.

Masih disebut Saigon oleh sepuluh juta penduduknya, Kota Ho Chi Minh berdenyut dengan energi yang bertahan lebih lama dari setiap kekaisaran dan setiap perang. Keagungan kolonial Prancis Katedral Notre-Dame dan Kantor Pos Pusat Gustave Eiffel berdiri dalam kontras yang jelas dengan kehidupan jalanan kota yang kinetik — aliran motor yang tak ada habisnya, harum dengan kaldu pho dan daging panggang arang. Jangan lewatkan Istana Reunifikasi, kapsul waktu modernisme Perang Dingin, atau semangkuk bánh mì pagi dari penjual kaki lima. Musim kering, dari November hingga April, menawarkan kondisi yang paling nyaman untuk eksplorasi.

Dari pos perdagangan Raffles tahun 1819 hingga pelabuhan tersibuk kedua di dunia, Singapura selalu menjadi tempat pertemuan jalur perdagangan global — dan Supertree Groves, budaya hawker yang terdaftar di UNESCO, serta semangkuk nasi ayam Hainan di Maxwell Food Centre membuktikan bahwa ambisinya tak pernah pudar. Sebagai pusat pelayaran definitif Asia Tenggara, Singapura merupakan titik awal yang ideal untuk pelayaran melintasi Samudra Hindia, kepulauan Indonesia, dan seterusnya. Februari hingga April menawarkan cuaca yang paling stabil untuk menjelajahi kota pulau yang luar biasa ini.

Bangkok adalah ibu kota Thailand yang menggembirakan, di mana kuil-kuil berlapis emas, makanan jalanan kelas dunia, dan Sungai Chao Phraya yang bersejarah menciptakan salah satu pengalaman urban paling memikat di Asia. Aktivitas yang wajib dilakukan termasuk menjelajahi Grand Palace, menikmati pad thai dan tom yum di Chinatown, dan berlayar di sungai melewati kuil-kuil yang diterangi. Musim dingin dari bulan November hingga Februari menawarkan suhu yang paling nyaman untuk menjelajahi kuil dan pasar.
Day 1

Pelabuhan Tokyo adalah gerbang yang hidup untuk pengalaman budaya dan kuliner, secara unik memadukan warisan Jepang tradisional dengan inovasi modern. Pengalaman yang wajib dilakukan termasuk menikmati sushi segar di Pasar Tsukiji dan menjelajahi keindahan alam Taman Nasional Fuji Hakone Izu. Musim terbaik untuk mengunjungi adalah musim semi, ketika bunga sakura mekar, mengubah kota menjadi lanskap yang indah.
Day 2

Nagoya, kekuatan industri Jepang di Teluk Ise, menyimpan kota kastil samurai dengan salah satu identitas kuliner paling khas di negara ini—Nagoya meshi. Miso katsu, hitsumabushi belut tiga cara, dan sayap ayam tebasaki yang renyah mendefinisikan budaya makanan yang dengan bangga mengikuti irama sendiri. Princess Cruises dan Regent Seven Seas Cruises membawa para pelancong ke kota di mana warisan Tokugawa, Kuil Atsuta yang sakral, dan inovasi industri Toyota menciptakan pengalaman perkotaan Jepang yang menyegarkan dan bebas dari kerumunan turis.
Day 3

Osaka adalah ibu kota kuliner Jepang yang meriah, sebuah metropolis yang dipenuhi neon di mana budaya pedagang periode Edo terus hidup dalam pasar makanan jalanan yang semarak dan restoran kaiseki berbintang Michelin. Tidak ada kunjungan yang lengkap tanpa mencicipi *takoyaki* dan *kushikatsu* di sepanjang Kanal Dōtonbori, atau menjelajahi utara untuk menyaksikan bunga sakura legendaris Hirosaki. Jendela ideal adalah akhir Maret hingga Mei untuk mekarnya bunga musim semi dan cuaca yang sejuk, atau Oktober hingga November ketika dedaunan musim gugur mengubah wilayah Kansai sekitarnya menjadi permadani amber dan emas.
Day 5
Day 6

Naha, ibu kota subtropis Okinawa dan bekas pusat Kerajaan Ryūkyū yang independen, menawarkan perpaduan menarik antara warisan kerajaan, tradisi pengrajin, dan salah satu masakan paling sehat di dunia — dari daging babi *rafute* yang lembut hingga pop laut dari anggur laut *umibudo*. Pengunjung tidak boleh melewatkan kemegahan merah tua Kastil Shuri dan pengalaman sensorik Pasar Umum Makishi. Iklim subtropis yang sejuk membuat Naha menarik sepanjang tahun, meskipun Maret hingga Mei memberikan langit yang paling cerah dan suhu yang nyaman untuk eksplorasi di darat.
Day 7

Ishigaki adalah gerbang subtropis Jepang ke Kepulauan Yaeyama, di mana koloni karang biru terbesar di dunia, perairan zamrud Teluk Kabira, dan tradisi budaya Ryukyuan menciptakan pengalaman yang lebih dekat dengan Taiwan daripada Tokyo. Kunjungi dari bulan Maret hingga Oktober melalui Holland America Line atau Oceania Cruises untuk snorkeling terumbu kelas dunia, musik sanshin tradisional, dan Jepang tropis yang menantang setiap asumsi tentang Tanah Matahari Terbit.
Day 8

Keelung, sebuah kota pelabuhan bersejarah di utara Taiwan, dikenal karena suasananya yang hidup dan kekayaan kulinernya, termasuk Omelet Tiram yang terkenal dan Nasi Daging Babi yang Dimasak. Pengalaman yang harus dilakukan adalah menjelajahi Pasar Malam Keelung yang ramai dan mengunjungi atraksi terdekat seperti Danau Sun Moon dan Ngarai Taroko. Musim terbaik untuk berkunjung adalah saat musim gugur, ketika cuaca sejuk dan menyenangkan untuk eksplorasi luar ruangan.
Day 9

Kaohsiung adalah kota pelabuhan selatan yang dinamis di Taiwan, yang telah bertransformasi dari pelabuhan industri menjadi pusat budaya dengan Pusat Seni Pier-2, tempat pertunjukan seni terbesar di dunia di Weiwuying, dan arsitektur Buddha yang spektakuler di Fo Guang Shan. Hal-hal yang harus dilakukan termasuk makanan jalanan di Pasar Malam Liuhe, instalasi kaca Dome of Light, dan Pagoda Naga dan Harimau di Lotus Pond. Dari Oktober hingga Maret menawarkan cuaca subtropis yang paling nyaman.
Day 10

Pelabuhan Hong Kong adalah gerbang yang hidup menuju perpaduan unik antara budaya Timur dan Barat, ditandai dengan cakrawala yang menakjubkan dan suasana yang ramai. Pengalaman yang harus dilakukan termasuk menikmati dim sum lokal dan menjelajahi pasar yang hidup. Musim terbaik untuk mengunjungi adalah selama bulan-bulan musim gugur, ketika cuaca sejuk dan ideal untuk petualangan luar ruangan.
Day 12
Day 13

Teluk Ha Long adalah lanskap Warisan Dunia UNESCO yang terdiri dari hampir dua ribu pulau karst batu kapur yang menjulang dari perairan zamrud di Teluk Tonkin, Vietnam. Aktivitas yang wajib dilakukan termasuk berlayar semalaman dengan kapal junk melalui formasi karst, kayak ke laguna tersembunyi, dan menjelajahi Gua Sung Sot yang berukuran katedral. Oktober hingga April menawarkan cuaca terbaik, dengan kabut musim semi menambah kualitas etereal pada pemandangan yang sudah luar biasa.
Day 14
Day 15

Cam Ranh, Vietnam, adalah kota pelabuhan yang khas di mana warisan budaya yang dalam bertemu dengan suasana lokal yang otentik, ditampilkan dalam rute perjalanan oleh Princess Cruises. Pengalaman yang harus dilakukan termasuk menjelajahi pasar lokal yang ramai untuk spesialisasi regional dan makanan laut segar, serta menemukan kawasan tepi laut di mana warisan maritim bertemu dengan energi kontemporer. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah dari November hingga April, ketika musim kering membawa langit cerah dan laut tenang.
Day 16

Masih disebut Saigon oleh sepuluh juta penduduknya, Kota Ho Chi Minh berdenyut dengan energi yang bertahan lebih lama dari setiap kekaisaran dan setiap perang. Keagungan kolonial Prancis Katedral Notre-Dame dan Kantor Pos Pusat Gustave Eiffel berdiri dalam kontras yang jelas dengan kehidupan jalanan kota yang kinetik — aliran motor yang tak ada habisnya, harum dengan kaldu pho dan daging panggang arang. Jangan lewatkan Istana Reunifikasi, kapsul waktu modernisme Perang Dingin, atau semangkuk bánh mì pagi dari penjual kaki lima. Musim kering, dari November hingga April, menawarkan kondisi yang paling nyaman untuk eksplorasi.
Day 18
Day 19

Dari pos perdagangan Raffles tahun 1819 hingga pelabuhan tersibuk kedua di dunia, Singapura selalu menjadi tempat pertemuan jalur perdagangan global — dan Supertree Groves, budaya hawker yang terdaftar di UNESCO, serta semangkuk nasi ayam Hainan di Maxwell Food Centre membuktikan bahwa ambisinya tak pernah pudar. Sebagai pusat pelayaran definitif Asia Tenggara, Singapura merupakan titik awal yang ideal untuk pelayaran melintasi Samudra Hindia, kepulauan Indonesia, dan seterusnya. Februari hingga April menawarkan cuaca yang paling stabil untuk menjelajahi kota pulau yang luar biasa ini.
Day 21
Day 22

Bangkok adalah ibu kota Thailand yang menggembirakan, di mana kuil-kuil berlapis emas, makanan jalanan kelas dunia, dan Sungai Chao Phraya yang bersejarah menciptakan salah satu pengalaman urban paling memikat di Asia. Aktivitas yang wajib dilakukan termasuk menjelajahi Grand Palace, menikmati pad thai dan tom yum di Chinatown, dan berlayar di sungai melewati kuil-kuil yang diterangi. Musim dingin dari bulan November hingga Februari menawarkan suhu yang paling nyaman untuk menjelajahi kuil dan pasar.





























Our cruise specialists can help you find the perfect cabin and the best available pricing.
(+886) 02-2721-7300Contact Advisor