Antarktika
Cape Royds, Ross Island
Cape Royds di Pulau Ross adalah salah satu situs yang paling signifikan secara historis dan ekologis di Antartika — sebuah tanjung berbatu yang rendah di 77 derajat lintang selatan yang berfungsi sebagai lokasi gubuk ekspedisi Nimrod Ernest Shackleton pada tahun 1907–1909 dan koloni penguin Adélie paling selatan di Bumi. Juxtaposition ini bukan kebetulan: Shackleton memilih lokasi ini tepat karena perairan terbuka dan produktivitas laut yang menopang koloni penguin juga memberikan akses kepada ekspedisi ke laut dan sumber daya yang ada. Gubuk tersebut, yang terjaga dengan luar biasa oleh udara dingin dan kering Antartika, berdiri di atas kerikil vulkanik tanjung tersebut hampir persis seperti yang ditinggalkan Shackleton lebih dari satu abad yang lalu — kaleng makanan, botol whisky Mackinlay (ditemukan pada tahun 2010 di bawah papan lantai), instrumen ilmiah, dan barang-barang pribadi semuanya berada di tempatnya, terbekukan dalam waktu dalam arti yang paling harfiah.
Koloni penguin Adélie di Cape Royds terdiri dari sekitar 2.000 pasangan yang berkembang biak — jumlah yang terbilang modest menurut standar Antartika, namun sangat luar biasa mengingat letaknya dan kedekatannya dengan gubuk, menciptakan sebuah lokasi di mana sejarah manusia dan sejarah alam berbagi panggung kecil yang sama. Penguin-penguin ini bersarang di atas batu yang terbuka, bentuk hitam-putih mereka bergerak konstan antara koloni dan laut, di mana mereka mencari krill dan ikan kecil di bawah es laut musiman. Selama musim berkembang biak (November hingga Februari), koloni ini menjadi pusaran aktivitas: pertunjukan pengantin, pembangunan sarang dengan kerikil yang dipilih dengan cermat, penetasan telur, penetasan anak-anak burung, dan akhirnya penerbangan muda ke Samudra Selatan. Skuas berpatroli di atas, siap untuk merebut telur yang tidak terjaga atau anak burung yang lemah, menambah nuansa drama predator pada pemandangan tersebut.
Gubuk Shackleton dipelihara oleh Antarctic Heritage Trust dari Selandia Baru, yang telah melakukan pekerjaan konservasi yang teliti untuk menstabilkan struktur dan isinya tanpa mengubah suasana tempat yang masih terasa dihuni. Di dalamnya, tempat tidur, kompor dapur, ruang gelap fotografi, dan persediaan — mustard Colman's, biskuit Huntley & Palmers, kaleng stew Irlandia — menciptakan kapsul waktu dari eksplorasi Edwardian. Dari gubuk inilah rombongan Shackleton memulai perjalanan selatan mereka, mencapai 88°23'S — hanya 180 kilometer dari Kutub Selatan — sebelum terpaksa berbalik karena kelelahan dan persediaan yang menipis. Keputusan Shackleton untuk mundur daripada mempertaruhkan nyawa anak buahnya (berbeda dengan tekad fatal Scott dua tahun kemudian) telah menjadi salah satu kisah kepemimpinan besar abad kedua puluh.
Lanskap vulkanik Pulau Ross memberikan konteks yang lebih luas. Gunung Erebus, gunung berapi aktif paling selatan di dunia, menjulang setinggi 3.794 meter di atas gubuk, dengan asap puncaknya yang terlihat pada hari-hari cerah. Danau lava yang terus-menerus ada di gunung berapi ini — salah satu dari sedikit yang ada di Bumi — bersinar merah di bawah langit kutub, dan lerengnya dihiasi dengan menara es fumarol (cerobong es yang terbentuk oleh uap vulkanik yang membeku saat keluar dari ventilasi) yang menciptakan lanskap dunia lain yang dipenuhi es dan api. Rak Es Ross, rak es terbesar di Antartika, membentang ke selatan dari Pulau Ross menuju Kutub — Shackleton, Scott, dan Amundsen semua menggunakannya sebagai platform awal untuk perjalanan kutub mereka, dan skala rak es ini (sekitar ukuran Prancis) sulit untuk dipahami dengan mudah.
Cape Royds hanya dapat diakses melalui kapal pesiar ekspedisi atau helikopter dari Stasiun McMurdo atau Scott Base di sisi berlawanan Pulau Ross. Kunjungan diatur dengan ketat — biasanya dibatasi untuk kelompok kecil dengan pedoman IAATO yang mengatur jarak pendekatan ke gubuk dan koloni penguin. Lokasi ini dapat dikunjungi selama musim panas austral (November hingga Februari), dengan Januari menawarkan suhu terhangat (masih di bawah 0°C) dan tahap paling maju dari siklus perkembangbiakan penguin. Ekspedisi Laut Ross adalah salah satu yang paling ambisius dalam pelayaran Antartika, biasanya berlangsung tiga minggu atau lebih dari Selandia Baru dan mengunjungi wilayah yang melihat kurang dari seribu turis per tahun — menjadikan Cape Royds salah satu tujuan paling eksklusif di Bumi.