Bahama
Cockburn Town, San Salvador Island
Di pantai barat Pulau San Salvador di Bahama tengah, Cockburn Town menempati tempat yang memiliki signifikansi sejarah yang sangat besar sebagai lokasi yang mungkin menjadi tempat pendaratan pertama Christopher Columbus di Dunia Baru pada 12 Oktober 1492. Apakah pulau spesifik ini memang yang dicatat Columbus sebagai "Guanahaní" masih menjadi perdebatan di antara para sejarawan, tetapi monumen di pantai — sebuah salib putih sederhana yang menghadap ke perairan turquoise yang dangkal — menandai tempat yang mengubah arah sejarah manusia, baik untuk kebaikan maupun keburukan.
Karakter San Salvador adalah salah satu ketenangan yang mendalam. Dengan populasi sekitar seribu orang di pulau yang memiliki ukuran sembilan belas kilometer kali delapan, ini adalah salah satu pulau yang paling tidak berkembang di Bahama. Cockburn Town sendiri adalah sebuah pemukiman kecil dengan rumah-rumah papan berwarna-warni, beberapa gereja, dan beberapa toko lokal yang persediaannya terbatas mencerminkan ketergantungan pulau ini pada kapal pasokan dari Nassau. Ritme kehidupan di sini berjalan dengan waktu pulau — sebuah tempo yang begitu santai sehingga konsep penjadwalan tampak hampir asing.
Dunia bawah laut yang mengelilingi San Salvador adalah harta terbesar pulau ini. Pulau ini terletak di tepi dataran bawah laut, dengan dasar laut yang turun tajam ke kedalaman lebih dari empat ribu meter hanya beberapa langkah dari pantai. Kedekatan ini dengan perairan dalam menciptakan pengalaman menyelam yang luar biasa — dinding karang vertikal yang dipenuhi dengan spons, kipas laut, dan kehidupan laut yang mencakup hiu perawat, ikan pari elang, dan ikan kerapu besar. Jangkauan visibilitasnya sering kali melebihi empat puluh meter, dan banyaknya lokasi menyelam — lebih dari lima puluh tempat yang dinamai di sekitar pulau — berarti bahwa bahkan di musim puncak, penyelam jarang bertemu dengan kelompok lain.
Pusat Penelitian Gerace (sebelumnya Stasiun Lapangan Bahama), yang terafiliasi dengan beberapa universitas Amerika, telah menjadikan San Salvador salah satu pulau yang paling intensif dipelajari di Karibia. Penelitian mengenai ekologi terumbu karang, biologi laut, dan sejarah geologi Bahama telah dilakukan di sini selama beberapa dekade, dan para ilmuwan yang berkunjung berkontribusi pada komunitas intelektual kecil namun hidup. Danau-danau di pedalaman pulau — badan air hipersalin yang menjadi rumah bagi flamingo dan burung pemangsa lainnya — adalah fitur geologi yang sangat menarik.
San Salvador dilayani oleh sebuah bandara kecil dengan penerbangan sewaan dari Nassau dan Fort Lauderdale. Pulau ini memiliki satu resor utama (Club Med) dan beberapa rumah tamu serta pondok selam. Kapal pesiar ekspedisi kadang-kadang berlabuh di lepas pantai, mengangkut penumpang ke pantai monumen Columbus. Waktu terbaik untuk mengunjungi adalah dari November hingga Mei, ketika suhu nyaman, kelembapan lebih rendah, dan risiko badai telah berlalu. Menyelam sangat baik sepanjang tahun, meskipun bulan-bulan musim dingin membawa sedikit penurunan visibilitas akibat mekar plankton.