
Cile
Puerto Eden
7 voyages
Puerto Eden adalah salah satu pemukiman yang paling terisolasi dan dihuni secara permanen di Amerika Selatan — sebuah desa nelayan kecil dengan sekitar 200 penduduk yang berpegang pada pantai timur Pulau Wellington di saluran Patagonian yang luas di Chili, yang hanya dapat diakses dengan perahu dan feri Navimag yang menghubungkan Puerto Montt ke Puerto Natales melalui beberapa pemandangan fjord yang paling spektakuler di planet ini. Tidak ada jalan menuju Puerto Eden, tidak ada bandara, tidak ada sinyal telepon seluler. Kehidupan di sini berjalan seirama dengan pasang surut dan cuaca.
Desa ini adalah rumah bagi anggota terakhir yang masih hidup dari suku Kawesqar — salah satu budaya nomaden perahu yang dihuni di saluran Patagonian selama lebih dari 6.000 tahun, mendayung perahu kulit kayu melalui labirin pulau dan fjord, berburu anjing laut, mengumpulkan kerang, dan menjaga api suci yang menyala abadi di tengah perahu mereka. Populasi Kawesqar telah mengalami kehancuran akibat kontak dengan Eropa, penyakit, dan asimilasi budaya, dan kurang dari 20 penutur asli bahasa Kawesqar yang tersisa. Komunitas di Puerto Eden mewakili tepi hidup yang rapuh dari budaya maritim kuno ini.
Pemandangan alami Puerto Eden sangat dramatis bahkan menurut standar Patagonia. Pulau Wellington dipenuhi hutan lebat dengan beech selatan, pakis, dan lumut, bagian dalamnya tidak dapat diakses dan sebagian besar belum dijelajahi. Saluran-saluran di sekitarnya — Teluk Penas, Saluran Messier, dan Angostura Inglesa — dikelilingi oleh pegunungan bersalju, gletser air pasang, dan hutan hujan yang begitu basah sehingga menerima lebih dari empat meter curah hujan setiap tahun. Satwa liar di sini meliputi penguin Magellan, bebek uap, anjing laut Amerika Selatan, dan sesekali paus bungkuk yang melintas melalui saluran-saluran tersebut.
Desa itu sendiri terdiri dari rumah-rumah kayu yang dibangun di atas tiang di sepanjang jalan setapak — tidak ada jalan, hanya jalur kayu yang terangkat yang menghubungkan rumah-rumah, sekolah, gereja, dan pos angkatan laut kecil yang mewakili kehadiran negara Chili di wilayah terpencil ini. Beberapa toko kecil menjual kebutuhan dasar yang diantarkan oleh kapal pasokan yang datang secara berkala. Ekonomi lokal berputar di sekitar perikanan — terutama kepiting raja dan bulu babi — serta pariwisata sederhana yang dibawa oleh kapal pesiar dan feri yang melintas.
Kapal pesiar ekspedisi berlabuh di Puerto Eden dan mengangkut penumpang ke papan jalan desa. Cuaca di sini selalu menantang — hujan, angin, dan dingin adalah hal yang konstan sepanjang tahun, dengan bulan-bulan musim panas austral dari Desember hingga Maret menawarkan siang hari terpanjang dan kondisi paling sejuk. Pakaian tahan air sangat penting. Puerto Eden bukanlah tujuan dengan daya tarik wisata konvensional — tidak ada museum, restoran, atau atraksi dalam arti biasa. Nilainya terletak pada keaslian radikalnya: sebuah komunitas manusia di tepi dunia yang dapat dihuni, membawa ingatan tentang budaya kuno, dikelilingi oleh alam liar yang begitu luas dan acuh tak acuh sehingga menempatkan semua usaha manusia dalam perspektif.
