
Kroasia
88 voyages
Di mana pegunungan Dinaric Alps terjun ke dalam perairan dalam Teluk Kvarner, Rijeka telah menemukan kembali dirinya dengan energi tak kenal lelah dari sebuah kota pelabuhan yang tidak pernah puas dengan satu identitas. Kota terbesar ketiga di Kroasia ini menjadi Ibu Kota Budaya Eropa 2020, sebuah pengakuan yang meresmikan apa yang telah lama diketahui oleh penduduk setempat: ini adalah kota dengan kedalaman budaya yang tak terduga, di mana kemegahan Habsburg, warisan industri, dan kreativitas kontemporer bertemu di sepanjang tepi laut yang telah menyambut kapal dari seluruh Mediterania dan sekitarnya selama lebih dari dua milenia. Sementara Dubrovnik dan Split mengklaim sorotan pariwisata, Rijeka menawarkan sesuatu yang lebih langka — sebuah kota kerja yang otentik yang kebetulan memiliki arsitektur yang luar biasa, suasana seni yang hidup, dan salah satu tradisi kuliner paling khas di Kroasia.
Korzo, boulevard pejalan kaki yang elegan di Rijeka, menyalurkan energi Ringstraße Wina melalui temperamen Kroasia. Dihiasi dengan bangunan Austro-Hungaria yang fasadnya berornamen, mencerminkan sejarah kota ini sebagai salah satu pelabuhan utama Kekaisaran Habsburg selama satu abad, Korzo berfungsi sebagai tulang punggung sosial Rijeka — kafe-kafe meluber ke trotoar, penghibur jalanan bersaing untuk menarik perhatian, dan passeggiata malam mengubah boulevard ini menjadi teater ritual sosial. Menara Jam Kota, landmark paling dikenal di Korzo, menghubungkan kota tua di atas dan pusat komersial di bawah, sementara pasar ikan terdekat — sebuah paviliun Art Nouveau yang megah — menjual hasil tangkapan hari itu dari Teluk Kvarner dengan gaya teatrikal yang lebih baik daripada hampir di mana pun di Kroasia.
Kastil Trsat, yang menjulang di atas bukit di atas kota, menawarkan pemandangan terbaik serta koneksi sejarah yang mendalam. Dari benteng abad pertengahannya, panorama mencakup seluruh Teluk Kvarner — pulau-pulau Cres dan Krk mengapung di cakrawala Adriatik, kota yang mengalir menuruni lereng bukit, dan galangan kapal yang pernah menjadikan Rijeka sebagai kekuatan angkatan laut yang menghiasi tepi laut. Sejarah kastil ini membentang kembali ke benteng-benteng Celtic dan Romawi, dan Gereja Bunda Maria Trsat yang berdekatan telah menjadi tujuan ziarah sejak abad ketiga belas, ketika legenda menyatakan bahwa Rumah Suci Nazaret beristirahat di sini dalam penerbangannya yang ajaib menuju Loreto di Italia.
Renaissance budaya Rijeka telah mengubah ruang industri bekas menjadi pusat kreativitas. Kawasan budaya Benčić, yang menempati kompleks bangunan pabrik tembakau dan penyulingan gula abad kesembilan belas, menjadi rumah bagi Museum Seni Modern dan Kontemporer serta Museum Kota di ruang-ruang di mana arsitektur industri bertemu dengan desain pameran kontemporer. Karnaval Rijeka, yang terbesar di Kroasia dan salah satu yang paling meriah di Eropa, memenuhi jalan-jalan setiap bulan Februari dengan prosesi bertopeng yang memadukan keanggunan Venesia dengan tradisi pagan dari zvončari — para penabuh lonceng dari desa-desa sekitar yang kostumnya yang terbuat dari kulit domba dan dilengkapi lonceng diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.
AIDA, Explora Journeys, dan Ponant menyertakan Rijeka dalam rute Adriatik mereka, dengan pelabuhan yang dapat menampung kapal pesiar di tepi laut yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari Korzo. Musim berlangsung dari April hingga Oktober, dengan musim panas membawa cuaca terhangat dan program budaya yang paling aktif. Rijeka berfungsi sebagai gerbang yang sangat baik menuju Adriatik utara — pulau-pulau dari kepulauan Kvarner, permata abad pertengahan Trogir, dan kota-kota bersejarah Istria semuanya berada dalam jangkauan yang mudah, sementara kota itu sendiri menawarkan keindahan arsitektur yang cukup, keistimewaan gastronomi, dan energi budaya yang akan memberikan imbalan bagi satu hari penuh eksplorasi.


