
Siprus
109 voyages
Muncul dari pantai selatan Siprus di mana Pegunungan Troodos turun untuk bertemu dengan perairan hangat Mediterania timur, Limassol telah menjadi persimpangan peradaban sejak kerajaan kuno Amathus berkembang pesat di sini pada abad kesebelas SM. Ini adalah kota di mana Richard the Lionheart menikahi Berengaria dari Navarre pada tahun 1191 selama perjalanannya menuju Perang Salib Ketiga, di mana Kesatria Templar mendirikan markas mereka setelah jatuhnya Tanah Suci, dan di mana warisan kolonial Inggris berpadu dengan tradisi Kristen Ortodoks serta identitas modern yang dinamis yang menjadikan Limassol sebagai kota paling kosmopolitan di Siprus. Dengan tepi laut yang spektakuler, kota tua yang direvitalisasi, dan tradisi anggur yang membentang hingga lima ribu tahun, Limassol menawarkan pengalaman Mediterania yang menggabungkan kedalaman sejarah dengan vitalitas kontemporer.
Kastil abad pertengahan di jantung kota tua, tempat Richard dan Berengaria merayakan pernikahan mereka, kini menjadi rumah bagi Museum Abad Pertengahan Siprus — sebuah koleksi yang melacak sejarah bergolak pulau ini dari era Bizantium melalui periode Lusignan, Venesia, dan Ottoman. Dinding tebal kastil ini mengelilingi ruangan-ruangan di mana senjata-senjata Perang Salib, keramik Bizantium, dan fragmen arsitektur Gotik menceritakan kisah sebuah pulau yang diperjuangkan oleh setiap kekuatan Mediterania. Kota tua di sekitarnya telah mengalami renaissance yang hati-hati, jalan-jalan sempitnya kini menjadi rumah bagi pabrik bir kerajinan, butik independen, dan restoran yang menampilkan masakan Siprus yang baru — sebuah gerakan yang menginterpretasikan kembali mezze tradisional, halloumi, dan souvlaki dengan teknik kontemporer dan bahan-bahan pulau.
Marina Limassol dan promenade tepi lautnya mewakili salah satu proyek regenerasi perkotaan yang paling ambisius di Mediterania timur. Promenade Molos membentang lebih dari satu kilometer di sepanjang tepi laut, taman patungnya, taman yang terawat, dan teras kafe menciptakan ruang publik yang sekaligus bangga modern dan sangat Mediterania dalam karakter. Marina itu sendiri menampung lebih dari enam ratus kapal dalam sebuah pengembangan yang mencakup menara hunian, restoran, dan ritel mewah — sebuah pernyataan kepercayaan dari sebuah kota yang telah memposisikan dirinya sebagai pusat bisnis dan gaya hidup yang menghubungkan Eropa, Timur Tengah, dan Rusia.
Wilayah anggur Commandaria, terletak di kaki Gunung Troodos hanya tiga puluh menit dari Limassol, memproduksi anggur bernama yang terus dibuat tertua di dunia. Commandaria — anggur pencuci mulut amber manis yang dihasilkan dari anggur Xynisteri dan Mavro yang dijemur di bawah sinar matahari — telah diproduksi di sini sejak setidaknya 800 SM, dan namanya berasal dari Grande Commanderie para Kesatria Templar yang mengendalikan kebun anggur ini selama periode Perang Salib. Desa-desa anggur di rute Krasochoria — Omodos, Koilani, dan Platres — menawarkan pencicipan di ruang bawah tanah batu, berjalan-jalan melalui kebun anggur teras, dan keramahan yang tidak terburu-buru yang menjadi ciri khas pegunungan Siprus.
Celebrity Cruises, Emerald Yacht Cruises, P&O Cruises, Princess Cruises, dan Royal Caribbean semuanya menyertakan Limassol dalam rute Mediterania timur mereka, dengan fasilitas modern pelabuhan yang mampu menampung kapal pesiar terbesar. Musim berlangsung sepanjang tahun, meskipun musim semi dan musim gugur menawarkan suhu yang paling nyaman untuk menjelajahi situs arkeologi dan desa-desa pegunungan. Wisata ke kota kuno Kourion — teater Greco-Romanya yang menghadap Mediterania dari puncak tebing yang dramatis — dan gereja-gereja Bizantium yang dihias di Pegunungan Troodos memberikan kedalaman budaya, sementara Nicosia, Famagusta, dan Kyrenia yang terletak di dekatnya menawarkan dimensi lebih lanjut dari sejarah Siprus.



