
Denmark
Copenhagen, Denmark
930 voyages
Asal-usul Kopenhagen tampak sederhana: sebuah desa nelayan kecil bernama Havn — yang berarti "pelabuhan" — yang diperkuat oleh kepala suku Viking, Absalon, dengan sebuah kastil kecil di pulau Slotsholmen pada tahun 1167. Dari pulau berbatu itu, kota ini tumbuh menjadi ibu kota terkuat di Skandinavia, pelabuhannya mengendalikan Pajak Suara yang menguntungkan yang dikenakan pada setiap kapal yang melintas antara Laut Baltik dan Laut Utara selama tiga abad. Hari ini, reruntuhan kastil Absalon terletak di bawah fondasi Istana Christiansborg, di mana Parlemen Denmark masih berkumpul di atas batu-batu abad pertengahan dari pendiriannya.
Kopenhagen modern adalah kota yang selalu mengalami reinvensi yang anggun. Menara tembaga Børsen yang berasal dari abad ke-17, menara Renaisans Kastil Rosenborg, dan fasad barok Frederiksstaden berdiri dalam percakapan yang mudah dengan arsitektur baru yang melengkung dari Bjarke Ingels Group dan kaca berkilau dari Gedung Opera Kopenhagen di seberang pelabuhan. Pelabuhan itu sendiri telah mengalami transformasi yang luar biasa: dulunya merupakan jalur air industri, kini cukup bersih bagi penduduk untuk berenang dari platform kayu di musim panas, dan Cykelslangen — jembatan sepeda melengkung yang terangkat — mengangkut ribuan komuter melintasi air setiap hari di kota di mana sepeda lebih banyak daripada mobil.
Masakan Nordik baru lahir di dapur Kopenhagen, dan filosofinya — merayakan bahan lokal, fermentasi, dan hasil hutan — telah mengubah percakapan restoran global secara tak terelakkan. Pasar Torvehallerne di Nørreport menyajikan fondasi yang dapat dimakan dari gerakan tersebut: kios-kios yang dipenuhi dengan ikan herring asap, sayuran acar, jamur liar, dan kue æbleskiver yang ringan seperti awan. Smørrebrød terbuka di tempat makan siang tradisional seperti Schønnemann, yang telah beroperasi sejak 1877, tetap menjadi kesenangan paling demokratis di kota ini — roti rye gelap yang dihiasi dengan ikan herring acar, daging panggang, atau udang renyah. Sementara itu, budaya kafe Nørrebro dan bar anggur di Distrik Meatpacking mengungkapkan sisi Kopenhagen yang sebenarnya dihuni oleh penduduk setempat setelah gelap.
Di luar kota, Museum Seni Modern Louisiana di Humlebæk — 35 kilometer ke utara di sepanjang pantai Øresund — memadukan patung Giacometti dan karya Warhol kelas dunia dengan pemandangan yang menakjubkan melintasi selat menuju Swedia. Kastil Kronborg di Helsingør, benteng yang diabadikan sebagai Elsinore dalam Hamlet karya Shakespeare, berdiri 15 kilometer lebih jauh ke utara dan memberikan imbalan yang melimpah bagi perjalanan kereta yang singkat. Para pelancong sehari juga dapat melintasi Jembatan Øresund menuju Malmö, Swedia — sebuah kota dengan karakter Nordik yang sangat berbeda yang dapat dijangkau hanya dalam 35 menit dengan kereta. Pelabuhan kapal pesiar terdekat termasuk Aalborg, Ronne di pulau Bornholm, dan Kalundborg.
Kopenhagen adalah salah satu pelabuhan kapal pesiar terpenting di Eropa Utara, dilayani oleh berbagai lini yang luar biasa: AIDA, Ambassador Cruise Line, Azamara, Carnival Cruise Line, Costa Cruises, CroisiEurope, Crystal Cruises, Disney Cruise Line, Emerald Cruises, Explora Journeys, Explorations by Norwegian, Hapag-Lloyd Cruises, Holland America Line, MSC Cruises, Norwegian Cruise Line, Oceania Cruises, Ponant, Princess Cruises, Regent Seven Seas Cruises, Ritz-Carlton Yacht Collection, Royal Caribbean, Scenic Ocean Cruises, Scenic River Cruises, Seabourn, Silversea, Tauck, TUI Cruises Mein Schiff, Viking, VIVA Cruises, dan Windstar Cruises semuanya mencakup Kopenhagen dalam rute Baltik dan Eropa Utara. Dari bulan Mei hingga September, kota ini menawarkan jam siang terpanjang dan kehidupan jalanan yang paling hidup.








