
Kepulauan Falkland
Saunders Island, Falkland Islands
8 voyages
Pulau Saunders adalah Kepulauan Falkland dalam bentuknya yang paling liar — sebuah hamparan luas yang tertiup angin, tanpa pepohonan, dipenuhi rumput tussock, pantai berpasir putih, dan tanjung berbatu yang menjadi rumah bagi salah satu koloni burung laut paling beragam di Atlantik Selatan. Terletak di lepas pantai utara Falkland Barat, pulau ini dihuni oleh satu keluarga petani yang telah membesarkan domba di sini selama beberapa generasi, berbagi tanah mereka dengan empat spesies penguin, albatros berkepala hitam, petrel raksasa, dan anjing laut berbulu dalam sebuah koeksistensi yang unik bagi Falkland. Pulau ini juga menyimpan reruntuhan pemukiman Inggris tertua yang diketahui di Falkland, yang didirikan pada tahun 1766.
Pengalaman satwa liar di Pulau Saunders sangat luar biasa karena variasi dan aksesibilitasnya. The Neck, sebuah isthmus sempit yang menghubungkan dua bagian pulau, menjadi titik fokus: penguin gentoo, Magellanic, dan rockhopper bersarang dalam koloni besar di lereng berpasir, kedatangan dan kepergian mereka memberikan tontonan yang tak ada habisnya. Penguin raja, spesies paling fotogenik di Falkland, mempertahankan koloni kecil namun terus berkembang di pantai terdekat, bercak dada oranye keemasan mereka bersinar kontras dengan rumput tussock hijau. Yang paling mencolok, albatros berkepala hitam bersarang di tepi tebing di ujung barat pulau, bentuk elegan mereka meluncur ke dalam angin Falkland yang terus-menerus dengan keanggunan yang membuat penerbangan tampak tanpa usaha.
Sejarah manusia di Pulau Saunders menambah kedalaman pada pengalaman satwa liar. Pelabuhan Egmont, yang didirikan di pantai utara pulau oleh Kapten John McBride pada tahun 1766, adalah pemukiman pertama Inggris di Kepulauan Falkland dan sempat memicu krisis internasional ketika Spanyol secara paksa mengusir garnisun pada tahun 1770 — sebuah insiden yang nyaris menyebabkan perang. Reruntuhan pemukiman, termasuk fondasi dan dinding taman, masih terlihat, dan informasi interpretatif menjelaskan signifikansi geopolitik dari pos terpencil ini. Keluarga petani yang mengelola pulau ini saat ini menyambut pengunjung dengan teh dan scone di rumah pertanian mereka, menawarkan sekilas tentang gaya hidup peternakan domba di Kepulauan Falkland yang luar biasa mandiri.
Lanskap Pulau Saunders berubah secara dramatis dari pantai berpasir lembut di Neck ke tebing-tebing dramatis di pantai barat. Rumput tussock — gumpalan tinggi dan padat yang dulunya menutupi sebagian besar Kepulauan Falkland tetapi telah hilang akibat penggembalaan di sebagian besar pulau — menciptakan habitat yang melindungi penguin Magellan di liang mereka dan menyediakan bahan bersarang bagi banyak burung. Di lepas pantai, lumba-lumba dan singa laut mengawasi ladang rumput laut, sementara petrel raksasa selatan melayang di angin dengan rentang sayap yang melebihi dua meter. Cahaya di Kepulauan Falkland sangat luar biasa — jernih, intens, dan terus berubah seiring sistem cuaca melintasi Samudra Atlantik Selatan.
HX Expeditions memasukkan Pulau Saunders dalam rencana perjalanan Kepulauan Falkland dan Samudra Atlantik Selatan. Pendaratan Zodiac di pantai pulau memberikan akses ke koloni penguin, lokasi bersarang albatros, dan reruntuhan bersejarah Port Egmont. Musim kunjungan berlangsung dari Oktober hingga Maret, musim semi dan panas belahan bumi selatan, dengan November dan Desember menawarkan puncak aktivitas perkawinan — saat anak penguin menetas, albatros sedang berpacaran, dan pulau berdenyut dengan energi kehidupan baru.
