
Yunani
147 voyages
Argostoli melingkari sebuah teluk dalam berbentuk jari di pantai barat Kefalonia, pulau terbesar di Kepulauan Ionian dan salah satu yang paling dramatis secara pemandangan di seluruh Yunani. Pulau ini meraih ketenaran global sebagai latar belakang novel Louis de Bernières, Captain Corelli's Mandolin, namun daya tariknya jauh lebih dalam daripada sekadar pariwisata sastra. Kefalonia adalah tempat dengan kompleksitas geologis yang luar biasa — sungai bawah tanah, gua laut, dan danau yang menghilang — dikelilingi oleh latar belakang Gunung Aenos, yang hutan cemara gelapnya mendapatkan status Cagar Biosfer UNESCO, dan garis pantai yang terjun ke dalam perairan dengan nuansa turquoise yang hampir halusinogen.
Argostoli sendiri adalah sebuah kota modern, dibangun kembali setelah gempa bumi yang menghancurkan pada tahun 1953 yang meratakan hampir setiap bangunan di pulau ini. Apa yang muncul dari reruntuhan adalah sebuah kota pelabuhan yang menyenangkan, dipenuhi sinar matahari, dengan promenade tepi laut yang dikelilingi pohon palem, pasar pusat yang hidup, dan Jembatan Drapano yang elegan — sebuah jalan batu yang dibangun oleh Inggris selama pemerintahan mereka atas Kepulauan Ionian pada awal abad kesembilan belas. Museum Sejarah dan Folklore Korgialenio menawarkan jendela yang menyentuh ke dalam Kefalonia sebelum gempa, dengan foto-foto, kostum tradisional, dan barang-barang rumah tangga yang diselamatkan dari reruntuhan. Dekat pintu masuk pelabuhan, Katavothres — lubang misterius di mana air laut menghilang ke dalam tanah — telah membingungkan ahli geologi selama berabad-abad; baru pada tahun 1963 para peneliti membuktikan bahwa air tersebut mengalir sejauh tujuh belas kilometer di bawah tanah sebelum muncul di pantai timur pulau di Danau Melissani.
Masakan Kefalonia adalah perayaan dari kekayaan pertanian dan kelautan pulau ini. Hidangan khas pulau ini adalah kreatopita, pai daging gurih yang dibungkus dalam adonan renyah yang menggabungkan daging domba cincang, nasi, dan rempah-rempah dari dapur Ionian yang dipengaruhi Venesia. Ikan segar — ikan merah, ikan pedang, dan sarden — tiba setiap hari di pelabuhan, dan taverna-taverna di sepanjang tepi laut Argostoli memanggangnya dengan sederhana di atas arang dengan lemon dan oregano. Robola, anggur putih terkenal dari Kefalonia yang diproduksi dari kebun anggur di lereng Gunung Aenos, memiliki rasa yang segar, mineral, dan semakin diakui sebagai salah satu yang terbaik di Yunani — segelasnya dengan gurita bakar di meja tepi pelabuhan adalah salah satu kenikmatan khas Kepulauan Ionian.
Keajaiban alam Kefalonia sudah cukup untuk membenarkan perjalanan ini. Pantai Myrtos, sebuah bulan sabit kerikil putih yang dipeluk oleh tebing kapur yang menjulang di pantai barat pulau ini, sering kali dinobatkan sebagai salah satu pantai terindah di dunia — pemandangan dari jalan tebing di atas benar-benar menakjubkan. Danau Melissani, sebuah keajaiban bawah tanah di mana air turquoise memenuhi gua yang runtuh dan sinar matahari mengalir melalui celah di atap untuk menerangi kedalaman, menawarkan perjalanan perahu yang ethereal yang terasa lebih seperti adegan dari film fantasi daripada atraksi geologi. Gua Drogarati, yang terletak tidak jauh, memukau dengan stalagmit dan stalaktitnya dan kadang-kadang mengadakan konser di ruangnya yang secara alami bergema.
Argostoli adalah pelabuhan kapal pesiar yang dilayani dengan baik, menyambut AIDA, Azamara, Celestyal Cruises, Costa Cruises, Holland America Line, MSC Cruises, Marella Cruises, Oceania Cruises, Regent Seven Seas Cruises, dan TUI Cruises Mein Schiff. Kapal biasanya berlabuh di atau berlabuh dekat pelabuhan, dengan pusat kota dan titik keberangkatan ekskursi yang mudah dijangkau. Waktu terbaik untuk mengunjungi adalah dari Mei hingga Oktober, dengan bulan Juni dan September menawarkan kombinasi ideal dari cuaca hangat, laut yang dapat dipakai untuk berenang, dan ritme santai yang menjadikan Kepulauan Ionian sebagai salah satu daerah paling memuaskan di Yunani.

