SILOAH.tRAVEL
SILOAH.tRAVEL
Login
Siloah Travel

SILOAH.tRAVEL

Siloah Travel — menciptakan pengalaman kapal pesiar premium untuk Anda.

Jelajahi

  • Cari Kapal Pesiar
  • Destinasi
  • Perusahaan Kapal Pesiar

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Hubungi Konsultan
  • Kebijakan Privasi

Kontak

  • +886-2-27217300
  • service@siloah.travel
  • 14F-3, No. 137, Sec. 1, Fuxing S. Rd., Taipei, Taiwan

Merek Populer

SilverseaRegent Seven SeasSeabournOceania CruisesVikingExplora JourneysPonantDisney Cruise LineNorwegian Cruise LineHolland America LineMSC CruisesAmaWaterwaysUniworldAvalon WaterwaysScenicTauck

希羅亞旅行社股份有限公司|戴東華|交觀甲 793500|品保北 2260

© 2026 Siloah Travel. All rights reserved.

BerandaFavoritProfil
S
Destinasi
Destinasi
Yogyakarta (Yogyakarta)

Indonesia

Yogyakarta

32 voyages

|
  1. Beranda
  2. Destinasi
  3. Indonesia
  4. Yogyakarta

Yogyakarta — yang secara universal disingkat menjadi "Jogja" oleh mereka yang mencintainya, yang berarti hampir semua orang yang berkunjung — adalah jantung budaya dan spiritual Jawa, sebuah kota di mana tradisi pengadilan Jawa kuno dari Kraton Sultan (istana) berdampingan dengan seni kontemporer yang dinamis, populasi mahasiswa yang menjaga jalanan tetap hidup hingga fajar, dan konsentrasi keajaiban arkeologi yang termasuk yang paling mengesankan di Asia Tenggara. Ini adalah satu-satunya kota di Indonesia yang masih dipimpin oleh seorang sultan, di mana kompleks istananya menempati pusat kota secara harfiah dan kiasan, orientasinya mencerminkan sumbu kosmologis Jawa antara Gunung Merapi yang berapi-api di utara dan Samudera Hindia yang bergelora di selatan.

Kraton Yogyakarta, yang dibangun pada tahun 1755, adalah kompleks luas yang terdiri dari paviliun terbuka, halaman tertutup, dan aula seremonial di mana keluarga Sultan masih tinggal dan di mana pertunjukan harian musik gamelan, wayang kulit, dan tarian klasik Jawa mempertahankan tradisi yang telah ada sejak masa kerajaan Hindu-Buddha di Jawa abad pertengahan. Taman Sari, yang dibangun sebagai taman hiburan bagi Sultan pada abad kedelapan belas, menggabungkan elemen arsitektur Jawa dan Portugis dalam kompleks kolam mandi, terowongan bawah tanah, dan masjid yang secara bertahap dipulihkan untuk mengungkapkan kembali keanggunan masa lalunya.

Daya tarik utama Yogyakarta terletak di luar kota. Borobudur, tiga puluh delapan kilometer ke barat laut, adalah candi Buddha terbesar di dunia — sebuah mandala batu dari abad kesembilan yang menjulang dari Dataran Kedu dalam sembilan teras yang dihiasi dengan lebih dari dua ribu panel relief dan lima ratus empat patung Buddha. Menyaksikan matahari terbit dari platform atas Borobudur, saat kabut menghilang dari gunung berapi dan perkebunan kelapa, adalah salah satu pengalaman transendental dalam perjalanan dunia. Prambanan, lima belas kilometer ke timur, adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia — menara-menara yang menjulang tinggi didedikasikan untuk Shiva, Vishnu, dan Brahma dihiasi dengan relief yang menggambarkan Ramayana dengan seni yang luar biasa.

Pemandangan kuliner Jogja sangat luar biasa. Gudeg — nangka muda yang direbus selama berjam-jam dalam santan dengan gula aren dan daun jati hingga berubah menjadi cokelat khas — adalah hidangan ikonik kota ini, disajikan di berbagai warung dan restoran. Nasi langgi, bakpia (kue isi), dan berbagai variasi nasi goreng serta mie yang menopang kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa tersedia di setiap sudut. Pasar malam Jalan Malioboro mengubah jalan utama kota menjadi food court sepanjang satu kilometer setelah gelap, uap dan suara mendesisnya menjadi latar belakang malam-malam Jogja.

Bandara internasional Yogyakarta menerima penerbangan dari kota-kota besar Asia, dan kota ini merupakan perpanjangan umum dari panggilan kapal pesiar di Semarang atau Surabaya. Kepadatan budaya Jogja memberikan imbalan minimal dua hari penuh — satu untuk menjelajahi kota dan satu untuk sirkuit candi. Musim terbaik untuk berkunjung adalah dari April hingga Oktober, musim kering, dengan bulan Juni hingga Agustus menawarkan cuaca yang paling dapat diandalkan untuk kunjungan matahari terbit ke Borobudur. Yogyakarta menunjukkan bahwa beberapa pencapaian budaya terbesar umat manusia muncul bukan dari penaklukan militer tetapi dari aspirasi spiritual — keinginan untuk membangun, dalam batu dan perunggu serta suara, sebuah jembatan antara manusia dan yang ilahi.

Gallery

Yogyakarta 1
Yogyakarta 2
Yogyakarta 3
Yogyakarta 4
Yogyakarta 5
Yogyakarta 6
Yogyakarta 7
Yogyakarta 8
Yogyakarta 9