Jepang
Di pantai Pasifik yang disinari matahari di Prefektur Miyazaki, di mana hutan pinus hitam bertemu dengan perairan biru cerulean, terletak Hososhima — sebuah kota pelabuhan kecil yang telah menyambut para pelaut sejak zaman kuno. Mitologi Jepang menempatkan pantai ini di pusat penciptaan itu sendiri: dekat dengan Jurang Takachiho, di mana dewi matahari Amaterasu dikatakan telah bersembunyi di dalam gua, membuat dunia terbenam dalam kegelapan. Kuil-kuil dan hutan suci di daerah ini membawa suasana spiritualitas primordial yang terasa sangat berbeda dari jalur kuil yang terawat di Kyoto atau Nara.
Daya tarik Hososhima terletak pada posisinya sebagai gerbang menuju harta alam dan budaya luar biasa Miyazaki. Kota ini sendiri kompak dan sangat tradisional, dengan pelabuhan perikanan yang berfungsi di mana hasil tangkapan pagi — ikan tuna skipjack, ikan kunir, dan ikan terbang — ditangkap dan dilelang sebelum sebagian besar pengunjung menyelesaikan sarapan. Mercusuar Hososhima, yang terletak di tebing dramatis, menawarkan pemandangan yang menakjubkan dari garis pantai dan sesekali sekawanan lumba-lumba melompat melalui arus lepas pantai. Jaringan jalur pejalan kaki menjelajahi hutan pinus pesisir dan sepanjang jalur tebing di atas formasi batu yang diukir oleh ombak.
Masakan Miyazaki adalah perayaan kehangatan dan kelimpahan. Chicken nanban — ayam goreng renyah yang disiram saus tartar asam — diciptakan di sini dan tetap menjadi hidangan ikonik kota ini. Ayam jidori yang dipanggang dengan arang, dibesarkan secara bebas di pedesaan subur prefektur, muncul di gerai yakitori dan izakaya di seluruh wilayah. Mangga lokal, yang dikenal sebagai Taiyo no Tamago (Telur Matahari), adalah salah satu buah yang paling dihargai di Jepang, sementara shochu yang diseduh dingin — disuling dari ubi jalar yang tumbuh di tanah vulkanik — adalah minuman pilihan pada malam yang hangat.
Wilayah sekitarnya menuntut untuk dijelajahi. Takachiho Gorge, satu jam berkendara ke pedalaman, adalah salah satu keajaiban alam paling dramatis di Jepang: sebuah ngarai vulkanik sempit di mana air terjun mengalir ke sungai zamrud yang dapat dilalui perahu dayung. Pulau Aoshima, dikelilingi oleh formasi basalt yang luar biasa dikenal sebagai Devil's Washboard, memiliki kuil Shinto berwarna merah vermilion di hutan subtropis yang dipenuhi pohon pinang dan pakis. Udo Jingu, sebuah kuil oranye cerah yang dibangun di dalam gua laut di pantai selatan, adalah salah satu situs suci paling fotogenik di seluruh Jepang.
Pelabuhan Hososhima melayani kapal pesiar di terminal modernnya, dengan koneksi shuttle yang efisien menuju atraksi utama. Iklimnya subtropis, menjadikan kunjungan menyenangkan dari bulan Oktober hingga Mei, dengan musim semi menawarkan bunga sakura dan suhu yang sejuk. Miyazaki menerima lebih sedikit wisatawan internasional dibandingkan dengan sebagian besar prefektur Jepang, yang berarti para pelancong yang tiba melalui laut dapat menikmati pengalaman yang tidak ramai dan sangat otentik di Jepang selatan.