SILOAH.tRAVEL
SILOAH.tRAVEL
Login
Siloah Travel

SILOAH.tRAVEL

Siloah Travel — menciptakan pengalaman kapal pesiar premium untuk Anda.

Jelajahi

  • Cari Kapal Pesiar
  • Destinasi
  • Perusahaan Kapal Pesiar

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Hubungi Konsultan
  • Kebijakan Privasi

Kontak

  • +886-2-27217300
  • service@siloah.travel
  • 14F-3, No. 137, Sec. 1, Fuxing S. Rd., Taipei, Taiwan

Merek Populer

SilverseaRegent Seven SeasSeabournOceania CruisesVikingExplora JourneysPonantDisney Cruise LineNorwegian Cruise LineHolland America LineMSC CruisesAmaWaterwaysUniworldAvalon WaterwaysScenicTauck

希羅亞旅行社股份有限公司|戴東華|交觀甲 793500|品保北 2260

© 2026 Siloah Travel. All rights reserved.

BerandaFavoritProfil
S
Destinasi
Destinasi
Kitakyushu (Kitakyushu)

Jepang

Kitakyushu

24 voyages

|
  1. Beranda
  2. Destinasi
  3. Jepang
  4. Kitakyushu

Di mana Selat Kanmon yang sempit memisahkan pulau utama Jepang, Honshu, dari ujung utara Kyushu, Kitakyushu berdiri sebagai kota yang luar biasa dalam reinvensi. Lahir pada tahun 1963 dari penggabungan lima kota industri — Moji, Kokura, Tobata, Yahata, dan Wakamatsu — area metropolitan ini, yang dihuni hampir satu juta orang, dulunya merupakan kekuatan industri terbesar Jepang, Pittsburgh di Timur, di mana Yawata Steel (sekarang Nippon Steel) menempa balok yang membangun Jepang modern. Saat ini, Kitakyushu telah mengubah dirinya dari kisah peringatan lingkungan menjadi model pengembangan perkotaan berkelanjutan yang diakui secara global, langitnya yang dulunya tercemar kini jernih, dan perairan teluknya cukup bersih untuk mendukung populasi lumba-lumba.

Distrik Mojiko Retro, di titik paling timur Kyushu yang menghadap Honshu melintasi selat, adalah kawasan paling atmosferik di Kitakyushu. Pelabuhan perdagangan internasional yang dulu ini mempertahankan koleksi luar biasa bangunan bergaya Barat dari era Meiji dan Taisho — bekas Gedung Bea Cukai Moji, Mitsui Club (tempat Albert Einstein pernah menginap), dan Stasiun Mojiko yang megah, salah satu dari sedikit stasiun kereta api kayu di Jepang yang ditetapkan sebagai Properti Budaya Penting. Promenade tepi laut menawarkan pemandangan kapal-kapal yang melintasi Selat Kanmon yang sempit, salah satu saluran pengiriman tersibuk di dunia, sementara Terowongan Pejalan Kaki Kanmon memungkinkan pengunjung untuk berjalan di bawah selat menuju Honshu — sebuah pengalaman baru yang memakan waktu sekitar lima belas menit melalui jalur bawah air yang terang benderang.

Kokura, pusat komersial kota, menawarkan karakter yang sepenuhnya berbeda. Kastil Kokura, yang awalnya dibangun pada tahun 1602 dan direkonstruksi pada tahun 1959, menampilkan gaya "karazukuri" yang khas dengan lantai atas yang menjulur melampaui dinding bawah — unik dalam arsitektur kastil Jepang. Halaman kastil mencakup taman Jepang tradisional yang indah, terutama saat musim gugur ketika pohon maple menyala merah menyala di latar belakang dinding putih kastil. Pasar Tanga yang terletak tidak jauh dari situ, yang beroperasi sejak tahun 1914, adalah salah satu pasar makanan terbesar di Kyushu, dengan 120 kios yang menawarkan pendidikan tentang bahan-bahan yang mendefinisikan masakan daerah ini. Secara kebetulan, Kokura adalah target asli untuk bom atom yang akhirnya menghantam Nagasaki — sebuah catatan sejarah yang menambah lapisan gravitas reflektif pada distrik komersial yang ceria ini.

Budaya kuliner Kitakyushu mencerminkan warisan industrinya serta posisinya secara geografis di titik pertemuan dua pulau besar. Yakiudon Kokura — mie udon tebal yang ditumis dengan saus gurih, kol, dan daging babi — diciptakan di sini sebagai hidangan yang mengenyangkan bagi para pekerja pabrik dan sejak itu telah diangkat menjadi spesialisasi regional yang tersedia di restoran-restoran di seluruh kota. Selat Kanmon menghasilkan ikan buntal (fugu) yang luar biasa, dan Kitakyushu berbagi dengan Shimonoseki yang dekat sebagai ibu kota fugu Jepang — ikan ini disajikan sebagai sashimi transparan, karaage yang digoreng dalam minyak, atau dalam hot pot. Pasar Tanga menawarkan pengalaman makanan jalanan terbaik di kota ini, mulai dari sashimi segar hingga mentaiko (telur cod berbumbu), yang pertama kali dikembangkan di wilayah ini setelah perang.

Terminal kapal pesiar Kitakyushu di Mojiko menyediakan akses yang nyaman ke distrik Retro yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Transportasi umum kota yang sangat baik — monorel, bus, dan jalur kereta JR — memudahkan eksplorasi mandiri di Kokura dan distrik lainnya. Iklim yang sedang membuat Kitakyushu nyaman sepanjang tahun, meskipun bunga sakura musim semi (akhir Maret-awal April) di Kastil Kokura dan dedaunan musim gugur (November) memberikan latar belakang yang paling fotogenik. Satu hari penuh memungkinkan eksplorasi yang nyaman di Mojiko dan Kokura. Kitakyushu menunjukkan bahwa kota-kota industri dapat terlahir kembali — transformasi lingkungannya sama menginspirasinya dengan keindahan arsitekturnya.

Gallery

Kitakyushu 1