SILOAH.tRAVEL
SILOAH.tRAVEL
Login
Siloah Travel

SILOAH.tRAVEL

Siloah Travel — menciptakan pengalaman kapal pesiar premium untuk Anda.

Jelajahi

  • Cari Kapal Pesiar
  • Destinasi
  • Perusahaan Kapal Pesiar

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Hubungi Konsultan
  • Kebijakan Privasi

Kontak

  • +886-2-27217300
  • service@siloah.travel
  • 14F-3, No. 137, Sec. 1, Fuxing S. Rd., Taipei, Taiwan

Merek Populer

SilverseaRegent Seven SeasSeabournOceania CruisesVikingExplora JourneysPonantDisney Cruise LineNorwegian Cruise LineHolland America LineMSC CruisesAmaWaterwaysUniworldAvalon WaterwaysScenicTauck

希羅亞旅行社股份有限公司|戴東華|交觀甲 793500|品保北 2260

© 2026 Siloah Travel. All rights reserved.

BerandaFavoritProfil
S
Destinasi
Destinasi
Takayama, Gifu (Takayama, Gifu)

Jepang

Takayama, Gifu

4 voyages

|
  1. Beranda
  2. Destinasi
  3. Jepang
  4. Takayama, Gifu

Terletak di jantung Pegunungan Alpen Jepang, Takayama adalah sebuah kota yang telah menyempurnakan seni melestarikan masa lalu tanpa mengawetkannya. Sementara Kyoto menarik perhatian global dengan kuil-kuilnya, kota pegunungan ini di Prefektur Gifu menawarkan sesuatu yang mungkin lebih langka — sekilas yang otentik tentang kehidupan pedagang di era Edo, di mana rumah-rumah kayu berdiri di sepanjang jalan-jalan sempit dan pasar pagi berlangsung seperti yang telah dilakukan selama berabad-abad. Bagi penumpang kapal pesiar yang tiba melalui ekskursi darat dari pelabuhan pantai, Takayama mewakili jiwa budaya Jepang pedalaman.

Distrik Sanmachi Suji membentuk inti atmosferik Takayama, tiga jalan paralel yang dipenuhi rumah-rumah pedagang yang terawat indah dari abad ketujuh belas dan delapan belas. Fasade kayu gelap, jendela beranyam, dan ubin atap keramik melengkung menciptakan pemandangan jalan yang terasa luar biasa tidak tersentuh oleh modernitas. Banyak dari bekas tempat tinggal ini kini beroperasi sebagai pabrik sake — yang diidentifikasi dengan bola cedar sugitama tradisional yang menggantung di atas pintu mereka — toko kerajinan, dan museum kecil. Berjalan di sini di pagi hari, sebelum kelompok tur tiba, menawarkan pengalaman meditasi yang sebanding dengan kunjungan ke kuil mana pun.

Identitas kuliner Takayama tak terpisahkan dari geografi pegunungannya. Daging Hida, yang dibesarkan di padang rumput alpine sekitarnya, bersaing dengan daging Kobe dalam hal marbling dan kelembutan, namun tetap kurang dikenal di kancah internasional — sebuah fakta yang tampaknya disyukuri oleh penduduk setempat. Disajikan sebagai sushi di atas nasi yang diberi cuka, dipanggang di tusuk sate di kios jalanan, atau disajikan sebagai shabu-shabu yang mewah, daging ini saja sudah cukup untuk membenarkan perjalanan Anda. Pasar pagi di Sungai Miyagawa dan di depan Takayama Jinya menawarkan sayuran gunung musiman, pasta miso yang sudah berumur dalam tong kayu, dan mitarashi dango — bola nasi panggang yang dilapisi saus kedelai manis yang sempurna melengkapi udara pegunungan yang segar.

Permata mahkota kota ini adalah Takayama Jinya, satu-satunya pos pemerintahan dari periode Edo yang masih bertahan di Jepang. Kompleks luas yang terdiri dari kantor administrasi, ruang interogasi, dan gudang beras ini memberikan jendela yang sangat rinci tentang bagaimana pemerintahan daerah berfungsi di bawah shogun Tokugawa. Di dekatnya, Aula Pameran Arak-arakan Festival Takayama menampilkan arak-arakan yatai yang megah yang digunakan dalam Festival Takayama yang diadakan dua kali setahun, yang dianggap sebagai salah satu dari tiga festival terindah di Jepang. Keterampilan dalam pembuatan arak-arakan ini — yang menampilkan boneka mekanik karakuri yang rumit dan detail daun emas — mencerminkan keahlian luar biasa para tukang kayu Hida, pengrajin yang begitu terkenal sehingga mereka direkrut untuk membangun kuil-kuil di Nara dan Kyoto.

Takayama biasanya diakses sebagai perjalanan darat dari pelabuhan Kanazawa atau Nagoya, dengan perjalanan melalui Pegunungan Alpen Jepang yang menyajikan pemandangan spektakuler yang menakjubkan. Kota ini kompak dan sangat ramah untuk dijelajahi dengan berjalan kaki, dengan sebagian besar atraksi terkonsentrasi dalam radius lima belas menit. Musim semi (April-Mei) membawa bunga sakura dan Festival Musim Semi, sementara musim gugur (Oktober-November) membalut pegunungan di sekitarnya dengan warna-warna merah menyala dari daun maple dan ginkgo. Musim dingin mengubah kota ini menjadi negeri ajaib yang diselimuti salju, dengan desa-desa Warisan Dunia UNESCO terdekat, Shirakawa-go, menawarkan rumah pertanian atap jerami yang tertutup putih.

Gallery

Takayama, Gifu 1
Takayama, Gifu 2
Takayama, Gifu 3
Takayama, Gifu 4
Takayama, Gifu 5
Takayama, Gifu 6
Takayama, Gifu 7
Takayama, Gifu 8
Takayama, Gifu 9