
Malaysia
20 voyages
Sandakan, yang pernah menjadi ibu kota Borneo Utara Inggris, terletak di pantai timur laut Sabah di pulau Borneo — sebuah wilayah dengan kekayaan biologis yang luar biasa sehingga dijuluki "Tanah di Bawah Angin," terletak tepat di selatan sabuk taifun di perairan yang begitu tenang dan hutan yang begitu kuno sehingga tampak ada di era geologi yang berbeda. Kota ini, dengan populasi 500.000, adalah gerbang utama menuju beberapa suaka satwa liar terpenting di planet ini dan merupakan benteng terakhir bagi beberapa spesies yang sangat terancam punah.
Pusat Rehabilitasi Orangutan Sepilok, yang terletak hanya 25 kilometer dari Sandakan, mungkin adalah tempat perlindungan primata yang paling terkenal di dunia. Didirikan pada tahun 1964, Sepilok menyelamatkan orangutan yang menjadi yatim piatu dan terpinggirkan — korban deforestasi untuk perkebunan kelapa sawit — dan merehabilitasi mereka untuk dilepaskan ke dalam Cagar Hutan Kabili-Sepilok yang mengelilinginya. Sesi pemberian makan yang diadakan dua kali sehari, di mana orangutan semi-liar melompat melalui kanopi menuju platform yang dipenuhi buah-buahan, memberikan pertemuan emosional dengan salah satu kerabat terdekat umat manusia. Fasilitas yang berdekatan termasuk Pusat Konservasi Beruang Matahari Borneo, yang menyelamatkan spesies beruang terkecil di dunia, dan Pusat Penemuan Hutan Hujan dengan jalur kanopinya.
Sejarah manusia Sandakan seindah lapisan ekosistemnya. Kota ini hampir sepenuhnya hancur selama Perang Dunia II — pertama oleh pengeboman Sekutu, kemudian oleh pasukan Jepang yang mundur — dan Taman Peringatan Sandakan memperingati peristiwa tragis March Kematian Sandakan tahun 1945, di mana lebih dari 2.400 tawanan perang Australia dan Inggris tewas. Hanya enam pria yang selamat, menjadikannya sebagai kekejaman terburuk yang dialami oleh orang Australia selama perang. Monumen ini, dibangun di lokasi kamp tawanan perang yang asli, sangat mengharukan dan memiliki makna sejarah yang mendalam.
Sungai Kinabatangan, yang dapat diakses melalui jalan dari Sandakan, adalah sungai terpanjang di Borneo dan salah satu koridor pengamatan satwa liar terbaik di Asia Tenggara. Safari perahu di sepanjang Kinabatangan bagian bawah mengungkapkan monyet proboscis — primata aneh dengan perut buncit yang endemik di Borneo — bersama dengan gajah kerdil, buaya, burung enggang, dan, dengan sedikit keberuntungan, sesekali orangutan di habitat liar. Danau oxbow sungai serta hutan yang terendam menciptakan mosaik habitat yang mendukung kepadatan spesies yang menakjubkan.
Kapal pesiar berlabuh di pelabuhan Sandakan, yang terletak dekat dengan pusat kota. Pelabuhan ini dapat menampung kapal-kapal berukuran sedang, dan transportasi menuju suaka satwa liar tersedia dengan mudah. Iklimnya adalah iklim ekuatorial — panas dan lembap sepanjang tahun, dengan suhu rata-rata 27 derajat Celsius. Bulan-bulan terkering adalah dari Maret hingga September, menawarkan kondisi paling nyaman untuk berjalan-jalan di hutan dan safari sungai, meskipun hujan bisa terjadi kapan saja. Sandakan adalah destinasi yang menghadapkan pengunjung pada keagungan dan kerapuhan alam tropis — sebuah tempat di mana pertemuan dengan orangutan yang terancam punah di hutan purba mengingatkan kita akan apa yang dipertaruhkan dalam perjuangan untuk masa depan Borneo.
