
Oman
Port Qaboos
10 voyages
Pelabuhan Qaboos — dinamai untuk Sultan Qaboos bin Said yang telah tiada, yang mengubah Oman dari isolasi abad pertengahan menjadi kemakmuran modern selama masa pemerintahannya yang berlangsung lima puluh tahun — adalah fasilitas pelabuhan utama di Muscat, ibu kota Oman, yang terletak di latar belakang pegunungan kering berwarna madu yang menjulang ke perairan turquoise Teluk Oman. Muscat adalah kota yang menentang stereotip Teluk Persia: di mana Dubai dan Abu Dhabi memilih spektakel vertikal dan modernitas tanpa henti, Muscat memilih keanggunan horizontal dan pelestarian yang hati-hati. Tidak ada bangunan di kota ini yang melebihi tinggi menara masjid agung Sultan Qaboos, dan hasilnya adalah sebuah ibu kota yang bernapas — bangunan-bangunan bercat putih, corniche yang dipenuhi pohon palem, dan pelabuhan yang terbingkai gunung menciptakan rasa ruang dan martabat yang jarang ditemukan di Teluk modern.
Karakter Muscat terungkap di sepanjang pantai yang luar biasa indah. Kota tua — Muscat proper — terletak di sebuah teluk sempit antara tanjung vulkanik, dengan benteng Portugis abad keenam belas (Al Jalali dan Al Mirani) yang menjaga pintu masuk pelabuhan tempat kapal kerajaan Sultan Qaboos kadang-kadang berlabuh. Mutrah Corniche, sebuah promenade tepi laut yang melengkung, menghubungkan pelabuhan tua dengan Mutrah Souq — salah satu pasar tradisional paling atmosferik yang tersisa di Semenanjung Arab, dengan gang-gang labirin yang dipenuhi perhiasan perak Oman, kemenyan, tekstil, dan belati khanjar melengkung yang merupakan simbol nasional. Masjid Agung Sultan Qaboos, sebuah mahakarya arsitektur Islam kontemporer yang selesai dibangun pada tahun 2001, dapat menampung 20.000 jamaah di bawah kubah pusat yang menjulang setinggi 50 meter dan karpet doa — yang ditenun tangan oleh 600 pengrajin Iran selama empat tahun — yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia.
Masakan Oman adalah yang paling halus dan paling tidak dikenal di antara tradisi kuliner Teluk. Shuwa — domba atau kambing utuh yang dibumbui dengan rempah-rempah dan herba, dibungkus dalam daun pisang dan daun palma, serta dimasak perlahan dalam lubang tanah selama hingga empat puluh delapan jam — adalah hidangan seremonial nasional, biasanya disiapkan untuk perayaan Eid. Harees (bubur gandum dan daging), machboos (nasi berbumbu dengan daging atau ikan), dan mishkak (sate daging yang dimarinasi dan dipanggang di atas arang) mewakili repertoar sehari-hari. Halwa Oman — sebuah konfet yang padat dan manis terbuat dari pati, gula, air mawar, dan safron, disajikan dengan kopi Oman (qahwa) dalam cangkir kecil tanpa pegangan — adalah isyarat universal dari keramahan. Untuk makanan laut, pasar ikan di pelabuhan Mutrah menawarkan hasil tangkapan Teluk Oman: hammour, kingfish, lobster, dan udang besar yang dipanggang di setiap teras tepi laut.
Di luar ibu kota, lanskap Oman menawarkan pengalaman yang benar-benar menakjubkan. Pegunungan Hajar, yang menjulang lebih dari 3.000 meter di belakang Muscat, menyimpan wadis dalam — ngarai sungai musiman — yang kolam-kolam turquoise-nya mengundang untuk berenang di tengah pemandangan keindahan geologis yang mentah. Wadi Shab dan Wadi Bani Khalid adalah yang paling mudah diakses, kolam-kolam yang teduh oleh pohon palem dan ngarai sempitnya memberikan kontras dramatis dengan pantai yang kering. Pasir Wahiba (Pasir Sharqiya), sebuah gurun bukit pasir yang luas tiga jam di tenggara Muscat, menawarkan pengalaman gurun Arab klasik — naik unta, berkendara di atas bukit pasir, dan keramahan kamp Badui di bawah langit berbintang yang tidak tercemar oleh cahaya buatan. Kota kuno Nizwa, mantan ibu kota, berpusat di sekitar sebuah benteng abad ketujuh belas dan menjadi tuan rumah pasar sapi pada hari Jumat yang telah beroperasi terus menerus selama berabad-abad.
Pelabuhan Qaboos menerima kapal pesiar di jantung Muscat, dalam jarak berjalan kaki dari Mutrah Souq dan Corniche. Kota ini juga dilayani oleh Bandara Internasional Muscat dengan koneksi ke pusat-pusat utama di seluruh dunia. Musim kunjungan yang optimal adalah dari Oktober hingga April, ketika suhu terasa menyenangkan (20–30°C) dan curah hujan hampir tidak ada. Musim panas (Mei–September) membawa panas yang ekstrem melebihi 45°C yang membuat aktivitas di luar ruangan menjadi tidak nyaman. Reputasi Oman sebagai negara teraman dan paling ramah di Timur Tengah sangatlah pantas — berpakaianlah dengan sopan (bahu dan lutut tertutup) sebagai ungkapan rasa hormat, dan harapkan untuk diperlakukan dengan keramahan yang hangat dan bermartabat yang menjadi ciri budaya Oman.
