SILOAH.tRAVEL
SILOAH.tRAVEL
Login
Siloah Travel

SILOAH.tRAVEL

Siloah Travel — menciptakan pengalaman kapal pesiar premium untuk Anda.

Jelajahi

  • Cari Kapal Pesiar
  • Destinasi
  • Perusahaan Kapal Pesiar

Perusahaan

  • Tentang Kami
  • Hubungi Konsultan
  • Kebijakan Privasi

Kontak

  • +886-2-27217300
  • service@siloah.travel
  • 14F-3, No. 137, Sec. 1, Fuxing S. Rd., Taipei, Taiwan

Merek Populer

SilverseaRegent Seven SeasSeabournOceania CruisesVikingExplora JourneysPonantDisney Cruise LineNorwegian Cruise LineHolland America LineMSC CruisesAmaWaterwaysUniworldAvalon WaterwaysScenicTauck

希羅亞旅行社股份有限公司|戴東華|交觀甲 793500|品保北 2260

© 2026 Siloah Travel. All rights reserved.

BerandaFavoritProfil
S
Destinasi
Destinasi
Seogwipo, Korea (Seogwipo, Korea)

Korea Selatan

Seogwipo, Korea

3 voyages

|
  1. Beranda
  2. Destinasi
  3. Korea Selatan
  4. Seogwipo, Korea

Di pantai selatan Pulau Jeju, di mana tebing vulkanik bertemu dengan arus hangat Kuroshio dan air terjun terjun langsung ke laut, Seogwipo menempati salah satu posisi yang paling dramatis secara alami di antara kota-kota di Asia Timur. Jeju sendiri—pulau terbesar di Korea Selatan dan pemegang gelar Situs Warisan Dunia UNESCO tiga kali lipat—dibentuk oleh letusan Gunung Hallasan, yang puncaknya setinggi 1.950 meter masih mengawasi lanskap seperti dewa yang penuh kasih. Seogwipo tumbuh dari sebuah desa nelayan menjadi kota kedua di pulau ini, tetapi sifatnya tetap lebih dekat dengan pantai daripada keramaian komersial Kota Jeju di pantai utara.

Keajaiban alam Seogwipo terbaca seperti katalog keajaiban geologi. Air Terjun Jeongbang, salah satu dari sedikit air terjun di Asia yang mengalir langsung ke laut, jatuh sejauh dua puluh tiga meter dari tebing basalt kolumnar ke dalam ombak yang bergejolak. Air Terjun Cheonjiyeon, yang namanya diterjemahkan sebagai Kolam Para Dewa, memberi makan kolam zamrud yang dalam dikelilingi oleh hutan subtropis di mana pohon-pohon langka 담팔수나무 menciptakan kanopi yang menghalangi langit. Tebing Jusangjeolli—sebuah dinding alami dari kolom basalt heksagonal yang terbentuk oleh lava yang mendingin dengan cepat saat bertemu laut—memanjang di sepanjang garis pantai seperti pipa organ batu, kesempurnaan geometrisnya hampir tidak mungkin diterima sebagai sesuatu yang alami daripada hasil rekayasa.

Budaya kuliner Seogwipo mencerminkan posisi unik Jeju sebagai pulau vulkanik dengan sumber daya laut yang melimpah dan palet pertanian subtropis yang berbeda dari daratan Korea. Daging babi hitam, yang dibesarkan di pulau ini dari ras warisan, adalah bahan khas—dipanggang di meja dengan arang dan dibungkus dalam daun wijen dengan bawang putih mentah dan pasta ssamjang. Haenyeo, penyelam wanita legendaris Jeju yang mengumpulkan abalon, landak laut, dan gurita tanpa peralatan menyelam modern, menyediakan makanan laut segar terbaik untuk restoran-restoran di sepanjang tepi laut Seogwipo. Hasil tangkapan mereka muncul dalam jeonbok-juk (bubur abalon), hidangan ikan mentah yang luar biasa bervariasi, dan sup landak laut yang kaya rasa yang dianggap sebagai delicacy lokal. Jeruk tangerine pulau ini, yang mendapatkan manfaat dari tanah vulkanik dan musim dingin yang sejuk, adalah yang termanis di Korea.

Di luar garis pantai yang langsung, bagian selatan Jeju menawarkan pengalaman yang meliputi petualangan hingga kontemplasi. Jalur Olle, sebuah jaringan jalur pejalan kaki pesisir yang mengelilingi seluruh pulau, memiliki bagian-bagian paling spektakuler di sepanjang pantai Seogwipo, melintasi kerucut vulkanik, desa-desa tradisional dengan dinding batu, dan pantai berpasir hitam dan putih. Kebun Botani Yeomiji menyimpan konservatori kaca terbesar di Asia, sementara Galeri Lee Jung-seop menghormati seniman Korea yang tragis yang menciptakan karya-karya tercintanya selama periode singkat kebahagiaan di Seogwipo selama Perang Korea. Bagi yang berjiwa petualang, Tabung Lava Manjanggul—salah satu yang terpanjang di dunia—menawarkan eksplorasi bawah tanah melalui terowongan yang dipahat oleh batuan cair.

Seogwipo dapat dijangkau melalui Bandara Internasional Jeju di pantai utara pulau, dengan penerbangan yang sering dari Seoul, Busan, dan kota-kota besar Korea lainnya. Perjalanan dari bandara memakan waktu sekitar satu jam. Bulan-bulan musim semi April dan Mei membawa pemandangan bunga canola dan bunga sakura yang terkenal di pulau ini, sementara musim panas menawarkan cuaca berenang yang paling hangat. Daun-daun musim gugur di Gunung Hallasan pada bulan Oktober dan November sangat menakjubkan, dan musim dingin memberikan suhu terlembut di Korea. Seogwipo dapat dikunjungi sepanjang tahun, meskipun musim monsun pada bulan Juli dan Agustus membawa hujan lebat.

Gallery

Seogwipo, Korea 1
Seogwipo, Korea 2
Seogwipo, Korea 3