Kepulauan Svalbard dan Jan Mayen
Soraust-Svalbard Nature Reserve
Cagar Alam Søraust-Svalbard mencakup sudut tenggara kepulauan Svalbard, sebuah wilayah liar yang dilindungi seluas lebih dari 21.000 kilometer persegi yang mencakup beberapa medan paling terpencil dan tertutup es di Arktik Eropa. Didirikan pada tahun 1973, cagar ini meliputi pulau-pulau Edgeøya, Barentsøya, serta pulau-pulau kecil dan area laut sekitarnya—pemandangan yang begitu liar dan jarang dikunjungi sehingga beruang kutub lebih banyak daripada manusia pada hari-hari tertentu dengan selisih yang signifikan. Inilah Arktik dalam bentuknya yang paling tak kenal kompromi: sebuah alam es, tundra gersang, pantai-pantai yang dipenuhi kayu apung, dan keheningan yang begitu mendalam hingga terasa hampir fisik.
Edgeøya, pulau terbesar di cagar alam ini dan pulau ketiga terbesar di kepulauan Svalbard, didefinisikan oleh interiornya yang datar dan tertutup tundra serta garis pantai yang dalam dan berlekuk. Pulau ini dinamai sesuai dengan pedagang Inggris, Thomas Edge, yang mengorganisir ekspedisi perburuan paus di sini pada awal abad ketujuh belas. Sisa-sisa stasiun perburuan paus, kabin berburu Pomor (dibangun oleh pemburu Rusia dari pantai Laut Putih), dan gubuk-gubuk pemburu yang terkikis oleh cuaca menghiasi garis pantai, masing-masing menjadi saksi bisu terhadap dorongan manusia untuk mengeksploitasi bahkan lingkungan yang paling tidak bersahabat sekalipun. Interior pulau ini didominasi oleh lapisan es Edgeøyjøkulen, yang menutupi hampir setengah permukaannya dan memberi makan gletser-gletser yang mengalir ke pantai di berbagai sisi.
Kekayaan alam di Søraust-Svalbard adalah harta terbesar dari kawasan ini. Daerah ini mendukung salah satu kepadatan tertinggi beruang kutub di kepulauan Svalbard, dengan beruang sering terlihat di atas es, di sepanjang pantai, dan kadang-kadang berenang di antara pulau-pulau. Walrus berkumpul di pantai dan kepingan es dalam kelompok yang mengesankan, wajah mereka yang bertaring dan berbulu kumis serta tubuh besar mereka menjadi subjek fotografi yang tak terlupakan. Rubah Arktik bersarang di sepanjang pantai, dan koloni burung laut yang luas—termasuk salah satu populasi auk kecil (dovekies) terbesar di dunia—bersarang di tebing selama musim panas Arktik yang singkat. Perairan di sekitarnya mendukung paus bowhead (yang pulih dari berabad-abad perburuan), beluga, narwhal, dan berbagai spesies anjing laut.
Es pack yang sering meluas dari pantai timur Svalbard menuju Pulau Franz Josef adalah fitur yang menentukan dari cagar alam ini. Di beberapa tahun, es ini bertahan hingga musim panas, menciptakan pemandangan laut beku dengan ridges tekanan, leads (saluran air terbuka), dan bongkahan es yang hanya dapat dilalui oleh kapal ekspedisi yang diperkuat es. Ujung es ini adalah salah satu ekosistem paling produktif di Arktik, di mana beruang kutub berburu anjing laut, burung camar gading mencari makanan, dan interaksi antara es, lautan, dan atmosfer menciptakan kondisi yang luar biasa indah. Cahaya di lintang ini—emas dan dengan sudut rendah bahkan di siang hari—mengubah es menjadi kanvas biru, putih, dan emas yang sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata.
Cagar Alam Søraust-Svalbard dikunjungi oleh kapal pesiar ekspedisi dalam rute keliling Svalbard, biasanya berangkat dari Longyearbyen. Akses ke cagar alam ini sangat diatur: lokasi pendaratan terbatas, jumlah pengunjung dikendalikan, dan semua kunjungan harus mematuhi protokol lingkungan ketat dari Gubernur Svalbard. Musim kunjungan sangat sempit—dari Juli hingga September—dan bergantung pada kondisi es, yang bervariasi secara signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun-tahun dengan es yang tebal, sebagian dari cagar alam mungkin tidak dapat diakses. Ketidakpastian ini adalah bagian dari daya tariknya: setiap kunjungan ke Søraust-Svalbard adalah unik, dibentuk oleh es, cuaca, dan satwa liar yang muncul dari lanskap yang beku.