
Uni Emirat Arab
521 voyages
Transformasi Dubai dari desa kecil yang sederhana dengan kegiatan menyelam mutiara dan memancing menjadi salah satu kota paling berani di dunia adalah salah satu kisah urban terbesar di era modern. Hanya beberapa dekade yang lalu, pada tahun 1960-an, Dubai Creek dipenuhi dengan rumah-rumah menara angin dan souk yang ramai di mana para pedagang memperdagangkan emas, rempah-rempah, dan tekstil. Penemuan minyak pada tahun 1966 memicu pertumbuhan yang eksplosif, tetapi kepemimpinan visioner Sheikh Rashid bin Saeed Al Maktoum yang mendiversifikasi ekonomi ke dalam perdagangan, pariwisata, dan keuangan, menciptakan sebuah metropolis yang penuh dengan keunggulan.
Pemandangan kota Dubai adalah pernyataan ambisi tanpa batas. Burj Khalifa, yang setinggi 828 meter, adalah gedung tertinggi di Bumi, menusuk langit gurun seperti jarum perak. Palm Jumeirah, sebuah kepulauan buatan yang terlihat dari luar angkasa, mendefinisikan kembali pengembangan pesisir. Namun, Dubai tetap melestarikan kantong-kantong warisan autentik di Lingkungan Sejarah Al Fahidi dan di souk emas dan rempah-rempah yang atmosferik di Deira, di mana suara azan melayang di atas gunungan safron dan kemenyan.
Pemandangan kuliner Dubai mencerminkan populasi kosmopolitan yang terdiri dari lebih dari 200 kebangsaan. Masakan tradisional Emirati — domba machboos yang dimasak lambat dengan nasi saffron, harees yang lembut, dan luqaimat yang disiram dengan sirup kurma — dirayakan di restoran warisan di sepanjang Dubai Creek. Adegan bersantap global berkisar dari gastronomi molekuler berbintang Michelin hingga restoran Pakistan dan India yang ramai di Karama, di mana biryani dan shawarma bersaing dengan yang ada di Mumbai atau Lahore.
Ekspresi gurun menawarkan kontras dramatis dengan Dubai yang urban. Menjelajahi bukit pasir di atas pasir merah gurun Lahbab, diikuti dengan makan malam ala Bedouin di bawah bintang-bintang, tetap menjadi petualangan ikonik Dubai. Emirat tetangga Abu Dhabi, yang berjarak sembilan puluh menit dengan mobil, menawarkan keindahan menakjubkan dari Masjid Agung Sheikh Zayed dan Louvre Abu Dhabi.
Terminal kapal pesiar Dubai di Pelabuhan Rashid menyambut AIDA, Celestyal Cruises, Costa Cruises, Explora Journeys, MSC Cruises, Norwegian Cruise Line, Oceania Cruises, P&O Cruises, Regent Seven Seas Cruises, Seabourn, Silversea, TUI Cruises Mein Schiff, dan Windstar Cruises. Terminal ini berfungsi sebagai pelabuhan persinggahan dan pelabuhan asal untuk rute di Teluk Arab dan Samudera Hindia, menghubungkan dengan Abu Dhabi, Muscat, dan Doha. Musim kapal pesiar berlangsung dari bulan Oktober hingga April.








