Inggris Raya
Foula Island
Foula bukan sekadar terpencil — ini adalah tempat di mana keterpencilan itu sendiri menjadi pengalaman yang mendefinisikan. Pulau kecil ini, hanya lima kilometer panjang dan tiga lebar, terletak 32 kilometer barat daratan Shetland di Atlantik Utara, menjadikannya salah satu pulau berpenghuni yang paling terisolasi di Kepulauan Britania. Populasinya, yang berfluktuasi antara 30 dan 40 dalam beberapa dekade terakhir, mempertahankan cara hidup yang telah ditinggalkan oleh sisa Britania beberapa generasi yang lalu: domba-domba dikumpulkan dari tebing-tebing dengan tangan, gambut masih dipotong untuk bahan bakar, dan pulau ini mengikuti Kalender Julian Lama untuk Natal dan Tahun Baru — merayakan Yule pada 6 Januari dan Tahun Baru pada 13 Januari, sebuah tradisi yang menghubungkan beberapa puluh penduduk pulau ini dengan sistem penanggalan yang ditinggalkan oleh sisa Eropa pada tahun 1752.
Keberadaan fisik Foula didominasi oleh The Sneug, sebuah tebing laut setinggi 376 meter di pantai barat pulau ini yang termasuk di antara yang tertinggi di Britania. Permukaan tebingnya jatuh secara vertikal ke dalam Samudra Atlantik dalam dinding Old Red Sandstone yang berkilau keemasan di bawah cahaya senja, dan ambang-ambangnya mendukung salah satu koloni skua besar terbesar di Eropa — bonxies, dalam dialek Shetland — burung laut yang agresif dan kuat yang akan menyelam menyerang siapa pun yang berani mendekati sarangnya. Lima puncak pulau ini, di mana yang tertinggi adalah The Sneug, menciptakan siluet dramatis yang terlihat dari daratan Shetland pada hari-hari cerah, dan pemandangan dari puncaknya — hanya lautan terbuka di segala arah — adalah salah satu yang paling menegangkan di Skotlandia.
Kehidupan burung di Foula adalah daya tarik alami utamanya dan alasan mengapa sebagian besar pelayaran ekspedisi menyertakannya dalam rute mereka. Selain skua besar, pulau ini mendukung populasi pembiakan yang signifikan dari tern Arktik, petrel badai, puffin, dan penyelam leher merah yang suara jeritan anehnya menjadi latar suara malam musim panas. Tebing-tebingnya menyediakan habitat bersarang bagi fulmar, kittiwake, dan guillemot dalam jumlah yang, jika digabungkan dengan koloni skua, menjadikan Foula salah satu situs burung laut terpenting di Atlantik Timur Laut. Anjing laut abu-abu berkembang biak di pantai berbatu pulau ini pada musim gugur, dan perairan sekitarnya dikunjungi oleh orca — populasi paus pembunuh Shetland adalah salah satu yang paling banyak diteliti di dunia.
Kehidupan di Foula sepenuhnya dipengaruhi oleh cuaca dan laut. Kapal pos pulau, New Advance, beroperasi dari Walls di daratan Shetland ketika kondisi memungkinkan, tetapi badai musim dingin dapat mengisolasi Foula selama berminggu-minggu. Penduduk pulau mempertahankan landasan pacu kecil untuk penerbangan delapan menit dari Tingwall, tetapi bahkan ini sering dibatalkan oleh angin dan kabut. Persediaan dipesan dalam jumlah besar dan disimpan untuk menghadapi periode isolasi, dan generator pulau menyediakan listrik untuk jam-jam terbatas. Tidak ada toko, tidak ada pub, dan tidak ada sinyal ponsel — kombinasi ketidakhadiran yang, tergantung pada temperamen seseorang, mewakili baik kekurangan maupun pembebasan.
Foula dikunjungi oleh kapal pesiar ekspedisi selama bulan-bulan musim panas, dengan penumpang mendarat menggunakan Zodiac di pantai timur pulau ketika kondisi laut memungkinkan. Jendela untuk kunjungan sangat sempit — Juni hingga Agustus menawarkan siang hari terpanjang, laut yang paling tenang, dan puncak aktivitas pemijahan burung laut. Mendarat tidak pernah dijamin, karena ombak Atlantik dapat membuat pendekatan ke pantai berbahaya bahkan di musim panas. Namun bagi mereka yang menginjakkan kaki di Foula, pengalaman ini tak terlupakan: sebuah tempat di mana pemukiman manusia bertahan di tepi kemungkinan, dipertahankan oleh ketekunan, tradisi, dan ikatan dengan tanah dan laut yang hampir sepenuhnya hilang dari dunia modern.